SIRSAK,
BUAH SEDERHANA TAPI KAYA
Beberapa
waktu lalu, saya mengikuti seminar sebuah supplier bahan baku. Dalam seminar
tersebur, mereka memperkenalkan produk baru mereka yang berbahan dasar buah
asli Indonesia yang memiliki manfaat dan peluang pasar yang besar. Buah
tersebut adalah sirsak. Pada awalnya saya sempat bertanya-tanya, mengapa sirsak
begitu istimewa hingga menarik peluang pasar yang cukup besar. Hal tersebut
membuat saya penasaran dan mengkaji lebih lanjut dari bermacam literatur,
tentang buah sirsak dan daunnya.
Sirsak
merupakan tumbuhan berguna yang
berasal dari Karibia, Amerika
Tengah dan Amerika
Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa(Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau),
serta jambu landa (di Lampung).
Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa
Belanda: zuurzak,
berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara,
yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Dalam
seminar tersebut dikatakan bahwa mereka mengeluarkan produk baru yang berbahan
dasar sirsak dengan klaim Orac Value 26000. Apa sebenarnya Orac Value itu? Dan mengapa
begitu penting hingga di jadikan klaim oleh mereka?. ORAC (Oxygen Radical
Absorbent Capacity) merupakan suatu metode ukur yang digunakan oleh USDA dan
Tufts University untuk mengukur aktifitas antioksidan yang terdapat dalam
makanan atau minuman. Jadi kesimpulannya, semakin besar ORAC Value-nya maka
semakin baik bagi kesehatan.
Apa
saja kandungan yang terdapat pada sirsak (baik pada daging buah maupun pada
daunnya)
Vitamin
C merupakan vitamin yang paling banyak dalam buah sirsak yang mencapai 20 mg
per 100g dalam daging buah, artinya dengan mengonsumsi 300 gr daging buah sirsak
saja sudah mencukupi kebutuhan vitamin C untuk setiap orang yang hanya
membutuhkan 60mg/hari.
Mineral
yang cukup dominan dalam buah sirsak adalah fosfor dan kalsium, masing-masing
memiliki 27 dan 14 mg per 100g dan kedua mineral itu sangat penting untuk
pembentukan massa tulang termasuk mencegah osteoporosis (tulang keropos).
Karbohidrat,
yaitu glukosa dan fruktosa dengan kadar yang berjumlah 81.9-93.6% dari
kandungan gula total.
Buah sirsak juga mengandung lemak yang sangat
rendah dengan kadar lemak sebanyak 0,3-100 gr sehingga sangat baik untuk
kesehatan. Buah sirsak mengandung rasa asam yang ditimbulkan dari asam organik
non volatil yang berasal dari berbagai jenis asam seperti asam malat, asam
sitrat dan asam isositrat.
Komponen gizi lainnya mengandung serat pangan alami
(dietary fiber) sebesar 3,3gr/100gr pada daging buah sirsak. Dengan mengonsumsi
100 gr buah sirsak setiap hari dapat melengkapi sebagian kandungan gizi sebesar
13% dari kebutuhan serat pangan setiap harinya. Buah sirsak merupakan buah yang
sangat kaya akan kandungan senyawa fitokimia yang sangat baik bagi kesehatan
yang memiliki segudang manfaat dan khasiat yang luar biasa sebagai obat untuk
mengatasi masalah penyakit batu empedu, anti sembelit, mengatasi asam urat dan
menambah nafsu makan dan kandungan seratnya bermanfaat sebagai pelancar
pencernaan makanan dalam tubuh dan memperlancar buang air besar.
Sebagai obat kanker, berdasarkan hasil penelitian pada
tahun 1976 yang melibatkan 20 laboratorium independen dan bekerja di bawah koordinasi
dan pengawasan The Naional Cancer Institute menemukan fakta bahwa dalam buah
sirsak terdapat unsur kimia yang dapat membunuh sel kanker. Bahkan unsur
tersebut lebih efektif dan lebih pintar, karena dapat membedakan mana sel baik
dan mana sel jahat. Maka dari itu, sirsak lebih baik untuk pengobatan kanker
jika dibandingkan kemoterapi.
Buah yang biasanya hanya dianggap biasa dan tidak begitu
istimewa, justru memiliki khasiat yang sangat baik dan banyak berguna bagi
tubuh kita.
Keep Calm and always Health
Sumber: