Rabu, 10 April 2013

Sirsak and ORAC Value


SIRSAK, BUAH SEDERHANA TAPI KAYA

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti seminar sebuah supplier bahan baku. Dalam seminar tersebur, mereka memperkenalkan produk baru mereka yang berbahan dasar buah asli Indonesia yang memiliki manfaat dan peluang pasar yang besar. Buah tersebut adalah sirsak. Pada awalnya saya sempat bertanya-tanya, mengapa sirsak begitu istimewa hingga menarik peluang pasar yang cukup besar. Hal tersebut membuat saya penasaran dan mengkaji lebih lanjut dari bermacam literatur, tentang buah sirsak dan daunnya.
Sirsak merupakan  tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa(Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Dalam seminar tersebut dikatakan bahwa mereka mengeluarkan produk baru yang berbahan dasar sirsak dengan klaim Orac Value 26000. Apa sebenarnya Orac Value itu? Dan mengapa begitu penting hingga di jadikan klaim oleh mereka?. ORAC (Oxygen Radical Absorbent Capacity) merupakan suatu metode ukur yang digunakan oleh USDA dan Tufts University untuk mengukur aktifitas antioksidan yang terdapat dalam makanan atau minuman. Jadi kesimpulannya, semakin besar ORAC Value-nya maka semakin baik bagi kesehatan.
Apa saja kandungan yang terdapat pada sirsak (baik pada daging buah maupun pada daunnya)
Vitamin C merupakan vitamin yang paling banyak dalam buah sirsak yang mencapai 20 mg per 100g dalam daging buah, artinya dengan mengonsumsi 300 gr daging buah sirsak saja sudah mencukupi kebutuhan vitamin C untuk setiap orang yang hanya membutuhkan 60mg/hari.
Mineral yang cukup dominan dalam buah sirsak adalah fosfor dan kalsium, masing-masing memiliki 27 dan 14 mg per 100g dan kedua mineral itu sangat penting untuk pembentukan massa tulang termasuk mencegah osteoporosis (tulang keropos).
Karbohidrat, yaitu glukosa dan fruktosa dengan kadar yang berjumlah 81.9-93.6% dari kandungan gula total.
Buah sirsak juga mengandung lemak yang sangat rendah dengan kadar lemak sebanyak 0,3-100 gr sehingga sangat baik untuk kesehatan. Buah sirsak mengandung rasa asam yang ditimbulkan dari asam organik non volatil yang berasal dari berbagai jenis asam seperti asam malat, asam sitrat dan asam isositrat.
Komponen gizi lainnya mengandung serat pangan alami (dietary fiber) sebesar 3,3gr/100gr pada daging buah sirsak. Dengan mengonsumsi 100 gr buah sirsak setiap hari dapat melengkapi sebagian kandungan gizi sebesar 13% dari kebutuhan serat pangan setiap harinya. Buah sirsak merupakan buah yang sangat kaya akan kandungan senyawa fitokimia yang sangat baik bagi kesehatan yang memiliki segudang manfaat dan khasiat yang luar biasa sebagai obat untuk mengatasi masalah penyakit batu empedu, anti sembelit, mengatasi asam urat dan menambah nafsu makan dan kandungan seratnya bermanfaat sebagai pelancar pencernaan makanan dalam tubuh dan memperlancar buang air besar.
Sebagai obat kanker, berdasarkan hasil penelitian pada tahun 1976 yang melibatkan 20 laboratorium independen dan bekerja di bawah koordinasi dan pengawasan The Naional Cancer Institute menemukan fakta bahwa dalam buah sirsak terdapat unsur kimia yang dapat membunuh sel kanker. Bahkan unsur tersebut lebih efektif dan lebih pintar, karena dapat membedakan mana sel baik dan mana sel jahat. Maka dari itu, sirsak lebih baik untuk pengobatan kanker jika dibandingkan kemoterapi.
Buah yang biasanya hanya dianggap biasa dan tidak begitu istimewa, justru memiliki khasiat yang sangat baik dan banyak berguna bagi tubuh kita.
Keep Calm and always Health
Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar