Rabu, 26 Juni 2013

Tragedi 1998

Tahun 1998, apa yang terjadi???
Kerusuhan dan keterpurukan Indonesia, hanya itu yang saya tahu. Jujur saja saya lahir tahun 1994 dan pada tahun 1998 umur saya baru sekitar 4 tahun. Anak 4 tahun belum mengerti apa-apa dan sekarang pun saya tidak memiliki ingatan tentang apa yang terjad tahun 1998.

Rasa penasaran itu muncul, kemudian saya mencari beberapa literatur yang membahas tentang kerusuhan tahun 1998. Ternyata tahun1998 merupakan tahun keterpurukan Indonesia dan menjadikan Indonesia merasakan titik nol. Suatu keadaan dimana semuanya tidak dapat diprediksi, hanya bisa dirasakan dan dilihat. Pada tahun 1998 terjadi kerusuhan yang benar-benar menakutkan bahkan untuk dibayangkan. Jika dikatakan neraka itu menyakitkan maka tahun 1998 adalah neraka bagi Indonesia. Pembunuhan, pemerkosaan, penindasan dan penghilangan suatu etnis sangatlah kejam dan jahat.

Semuanya bermula ketika kurs rupiah terhadap dolar terus melonjak menjadi Rp 16000/1 USD. Kemudian penembakan mahasiswa Universitas Trisakti. Gejolak dalam negeri terus berlanjut dan semakin parah.

Salah satu tragedi yang menurut saya cukup kejam adalah tragedi Mal Yogya Klender. Orang yang tidak tahu apa-apa diajak untuk menjarah mal tersebut, bahkan anak-anak pun ikut menjarah. Orang menjarah dengan membabi buta kemudian tiba-tiba saja pintu keluar ditutup dan ada api menyambar. Orang yang berada di dalam hanya memiliki dua pilihan keluar dengan meloncat dari jendela atau pasrah dan menjadi abu. Banyak orang tua yang kehilangan anaknya pada peristiwa tersebut, anak yang mereka cintai pergi dan tak pernah kembali hingga sekarang.

Kerusuhan tahun 1998 tidak jelas hingga sekarang, masih banyak misteri yang belum terjawab. Banyak korban berjatuhan baik korban yang meninggal dan korban hilang yang hingga sekarang belum diketahui jejaknya.

Semoga tahun 1998 menjadi mimpi buruk pertama dan terakhir bagi Indonesia.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar