Jumat, 14 Juni 2013

Apa sebab ilmiah "JATUH CINTA" ?

Jatuh cinta, mungkin setiap orang di dunia ini pernah merasakannya. Entah jatuh cinta terhadap sesama manusia, jatuh cinta kepada hewan atau tumbuhan atau cinta terhadap suatu benda.

Tapi apa sih yang buat rasa "jatuh cinta" itu ada? dan bagaimana bisa terjadi hal-hal yang ada di luar nalar manusia?. Saya akan membahasnya secara rinci dan dan ilmiah.

Ok guys, yang pertama di bahas adalah kenapa kita selalu ingin terus menerus bertemu sang pujaan hati?
pada tahap ini terjadi perubahan hormon, baik hormon pada si pria maupun si wanita. Pada pria perubahan hormon testosteron dan pada wanita hormon esterogen, sebenarnya wanita juga memproduksi testosteron namun dalam jumlah kecil. Adanya perubahan hormon atau peningkatan hormon inilah yang menyebabkan munculnya hasrat untuk terus bertemu dengan pujaan hati.


Kemudian ada tahap ketertarikan yang merupakan tahapan paling rumit dalam menjalin hubungan antar manusia, khususnya dalam hal perubahan komposisi biokimia dalam tubuh. Aktivitas berbagai hormon dan neurotransmitter (saraf penghubung) pada tahap ini menyebabkan orang kehilangan nafsu makan, susah tidur dan lebih sering melamun.

Sedikitnya ada 3 hormon yang terlibat dalam tahap attraction, yakni sebagai berikut:
1. Dopamin (Memicu rasa senang dan kecanduan seperti saat minum kopi dan alkohol)
2. Norepinefrin atau adrenalin (Menyebabkan telapak tangan keringat serta denyut jantung meningkat)
3. Serotonin (Merupakan pemicu rasa kantuk. Saat jatuh cinta, kadarnya menurun sehingga menjadi susah tidur).

Tahap yang terakhir dan paling penting untuk dijaga adalah ketika Seseorang, atau lebih tepatnya sepasang manusia yang sukses melewati tahap attraction, tahap ini akan berlangsung lebih lama bahkan bisa seumur hidup. Sepasang manusia yang sudah mencapai tahap ini ditandai dengan adanya komitmen jangka panjang, misalnya lewat pernikahan.

Pasangan yang sudah menikah paling tidak memiliki 2 hormon penting yang membantu menjaga keutuhan rumah tangga. Keduanya diproduksi baik oleh pria maupun wanita, meski ada sedikit perbedaan fungsi yang dipengaruhi jenis kelamin.

1. Oksitosin (Pada pria dan wanita, pelepasan hormon ini memberikan kenikmatan yang luar biasa saat bercinta dan mencapai orgasme. Khusus pada wanita, oksitosin juga berperan dalam kelahiran bayi serta produksi air susu ibu)
2. Vasopresin (Hormon yang juga dimiliki oleh tikus padang rumput ini memungkinkan manusia untuk menikmati hubungan seks, tidak seperti kebanyakan spesies binatang yang berhubungan seks hanya untuk tujuan reproduksi. Eksperimen yang dilakukan pada tikus padang pasien menunjukkan, kekurangan vasopresin bisa memicu perilaku poligami atau gonta-ganti pasangan).


well, itu adalah pembahsan secara ilmiah tentang bagaimana manusia bisa jatuh cinta. Mencintai dan dicintai itu wajar tapi jangan berlebihan, mencintai manusia tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah SWT dan bagi wanita cintailah suamimu dengan taat dan patuh kepadanya serta cintailah kedua orang tuamu.

sumber:

2 komentar:

  1. berarti jatuh cinta gk alami donk????
    ahahhhahahhahhahha

    BalasHapus
  2. alamiah ca, unsur-unsur tersebut ada karena adanya reaksi
    reaksi karena tatapan mata yang menarik otak untuk memikirkan si doi

    BalasHapus